DESA PADI, PACITAN — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, terus mendorong desa-desa di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Langkah ini dinilai strategis guna mempromosikan potensi dan produk unggulan lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga pasar internasional.
Komitmen tersebut disambut positif oleh warga dan pelaku usaha di pelosok daerah, termasuk di Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, yang saat ini sedang gencar menggali potensi ekonomi lokal berbasis kemandirian digital.
Media Sosial dan BUMDes Jadi Kunci Pasar Global
Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa di era ekonomi digital, pemasaran tidak lagi terbatas oleh sekat geografis. Pemanfaatan platform media sosial dan ekosistem digital terintegrasi menjadi jalan pintas bagi produk-produk hasil karya warga desa untuk dikenal luas.
“Digitalisasi itu penting, misalnya melalui media sosial. Jadi orang luar daerah pun tahu, bahkan orang luar negeri pun bisa tahu kalau produk atau karya kita menarik,” ujar Mendes Yandri Susanto dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa konten kreatif yang dipublikasikan secara konsisten mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat daya saing (branding) produk lokal, meskipun berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) skala desa.
Selain itu, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga menyiapkan program Desa Ekspor berbasis BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Lewat BUMDes yang sehat dan melek digital, produk unggulan desa seperti komoditas pertanian, olahan pangan, hingga kerajinan tangan disiapkan agar memenuhi standar kualitas ekspor.
Harapan dan Langkah Nyata dari Desa Padi
Seruan pimpinan Kemendes PDT tersebut memicu semangat para pemuda karang taruna dan pengurus BUMDes di Desa Padi untuk merambah pemasaran digital. Selama ini, Desa Padi memiliki berbagai potensi lokal yang menjanjikan, mulai dari hasil bumi pertanian hingga potensi industri kreatif dan seni budaya daerah.
Kepala Desa Padi, Agung Kushendarto, menyambut baik arahan dari Kemendes PDT dan siap memfasilitasi peningkatan kapasitas digital bagi warganya.
“Apa yang disampaikan Pak Menteri Yandri sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini. Di Desa Padi, kami punya banyak potensi hasil bumi dan olahan warga. Jika dikemas rapi dan dipasarkan lewat media sosial serta sistem BUMDes yang modern, kami optimistis produk karya warga Desa Padi bisa dilirik pembeli dari luar daerah, bahkan luar negeri,” kata Agung, Kamis (30/7).
Beberapa poin fokus yang akan dikembangkan warga Desa Padi guna menindaklanjuti dorongan digitalisasi desa antara lain:
- Pemetaan Potensi Komoditas Lokal: Mengidentifikasi produk pertanian dan kerajinan khas desa yang berpotensi menjadi produk unggulan (one village one product).
- Pelatihan Pemasaran Digital: Mengedukasi pemuda dan pelaku UMKM desa agar mahir membuat konten promosi yang menarik di media sosial.
- Penguatan Tata Kelola BUMDes: Mendorong BUMDes Desa Padi menjadi lembaga profesional yang siap menampung dan mendistribusikan hasil panen serta karya warga ke rantai pasok yang lebih luas.